Tanah Kelahiranku dan Masa Sekolah

quotescover-JPG-82

Nama saya adalah Muhammad Khoirudin Fadilah Saputra, di lahirkan di medan sumatra utara antara tahun 1994 menurut Akta kelahiran, tapi menurut data yang lain 1993 di kabupaten Deliserdang dan Medan.

Kata orang tua bahwa Beliau merantau ke medan untuk mencari penghasilan di perantaunnya. Ayah adalah orang pertama yang merantau.  Merantau pada tahun 1987 seorang diri usianya masih sangat muda, ketika itu usianya baru 21 tahun.



Dan selang beberapa tahun kemudian ia pulang ke kampung halamannya pada tahun 1990-1991 dan menikahi seorang istri cantik dari keluarga dekatnya atau juga menikahi sepupunya sendiri.
Setelah menikah ayah balik lagi ke perantauanya di sumatra utara dan di dalam perantuaannya itu lahirlah seorang anak mungil. Ia adalah Muhammad Khoirudin Fadilah Saputra.
 
Yang kata ayah orang tua bahwasanya anak itu nakal tak mau kalah maunya menang sendiri.

Kata ayah dan ibu juga sudah tidak minum ASI ketika usia kurang dari 2 tahun dan maunya minum susu non ASI


Orang tua merantau di Medan di tanah tempat kelahiran saya sudah sangat lama. Dan pada tahun 1998-1999 ketika itu terjadi rusuh besar-besaran di jakarta yang menuntut pelengseran presiden soeharto


di tahun yang sama adik saya lahir di tahun ini. adik saya perempuan bukan laki-laki.


kata ayahku ketika masih kecil di medan aku sangat hafal nama-nama bis yang ada di sana walaupun saya belum bisa membaca tapi hafal di luar kepala saya.bahkan orang-orang yang tahu saya menyebutkan nama-nama bis itu mengira saya sudah pandai membaca di usia yang kurang dari 5 tahun luar bisa.


padahal tidak, saya waktu itu belum bisa membaca atau mengeja huruf sama sekali tapi mampu menghafaldan mengingatnya dalam otak saya ketika saya kecil.


saya kecil di medan oleh ayah selalu di ajak kemana ia pergi sehingga rasanya senang sekali waktu itu.


ayah saya di medan kerjanya adalah seorang pedagang yang selalu berganti-ganti usaha. usaha dawet pernah ia lakoni bahkan usaha mainan anak-anak pun mungkin ia juga lakoni.


bahkan ia juga pernah menyewa rumah yang ada kolamnya, di sana ia memijahkan ikan lele sendiri tapi hasilnya ia gagal untuk percobaannya itu.


sebagai seorang anak pasti ketika kecil mempunyai kenangan yang di bilang lucu seperti “bibang, bibang turun aku mau pulang ke jawa ikut nenekku” (pesawat terbang turun aku mau pulang ke jawa ikut nenekku) ini salah satu hal yang lucu bahkan hingga saat ini masih saya ingat betul hal-hal lucu ini.


tahu tidak? uang Rp. 50.000 di zaman pemerintahan presiden soeharto? uang yang ada gambarnya mantan presiden soeharto itu saya menyebutnya “pak haiarto” itu memang lucu 


di medan pula ayah pernah menanam cabai. saya kecil adalah seorang yang mudah marah.

bahkan kata ayahku saya pernah melempar batu kepada sesorang dengan keras sampai ia berdarah.

sungguh masa kecil yang menyenangkan masa kecil yang kejam karena orangnya kecil-kecil sudah arogan berlevel hahaha.



setelah sebelumnya saya di lahirkan di medan. saya di medan hanya beberapa tahun saja sejak kelahiran 1993-1994 hingga kedua orang tuaku pulang ketanah kelahirannya di karanganyar jawa tengah di tahun 1998-1999

dan ketika itu adalah tahun kelahiran adik saya dan juga tahun revolusi indonesia di dalam pemerintahan presiden soeharto. banyak para mahasiswa menuntut mundur presiden yang sudah lama berkuasa selama kurang lebih 32 tahun pemerintahannya.

saya sekolah dan pendidikan dasarnya di habiskan di jawa. semua sekolah juga di jawa bukan di sumatra utara.


saya langsung masuk pendidikan dasar yakni sekolah dasar tanpa menyenyam pendidikan di TK.


saya kecil terbilang orang nakal yang membuat siapa saja kewalahan tak bisa menanggulangi tingkah saya yang sangat berbahaya. misalnya ketika di SD saya pernah menggajul guru saya dan itu memang  tidak sopan atau bertata krama.


iya guru saya sendiri ketika SD saya gajul atau saya tendang dengan kasar dan keras,


sebenarnya saya masuk sekolah dasar ketika masih usia 7 tahun sekitar tahun 2000, tapi saya tidak mau sekolah padahal usianya yang sudah demikian tua. saya tidak mau sekolah untuk 1 tahun kedepan hingga tahun 2001


di tahun 2001 saya baru mau sekolah. kata saya ketika kecil mengapa tidak mau sekolah?katanya mau sekolah macul (sekolah mencangkul) di sawah. saat itu otak saya belumberkembang dengan sempurna.


ketika kelas 1 saya adalah orang-orang bodoh yang sepertinya tidak akan sukses atau maju di kemudianhari nanti yang tidak memiliki kemajuan karena keterbelakangan mental.


bahkan di tahun 2002 ketika mau tahun kenaikan kelas sudah di prediksi oleh ayah bahwa saya nanti tidak akan naik kelas dan padahal usia saya ketika itu sudah 9 tahun malu dong kalau usia 10 tahun masih di kelas 1?


dan sejak saat itu saya di pindahkan sekolah dari sekolah dasar negeri ke sekolah madrasah ibtidaiyah. di sekolah yang baru itu saya langsung saja sudah berada di kelas 2


di kelas 2 itupun sepertinya saya juga belum bisa membaca sama sekali masih seperti orang buta huruf. karena ada kemauan mendadak akhirnya secara tidak sengaja bisa membaca dengan sedikit demi sedikit.


di sekolah yang baru itu jumlah murid di angkatan saya sangatlah sedikit sekali sekitar 6 atau 7 murid dengan 5 orang laki-laki dan 2 orang perempuan.


bahkan saya sendiri tidak terlalu menonjol prestasinya bahkan masih kalah dengan teman-teman sekelas itu. saya minder dari mereka.


di usia yang masih sedemikian itu saya masih  saja cengeng dan bahkan menangis ketika di ledek atau di ejek oleh teman-teman. dan ini terus berlanjut hingga SMA bahwa saya adalah orang yang cengeng dan mudah menangis.


teman-teman MI (Madrasah Ibtidaiyah) saya yang masih ingat. saya tidak tahu ia masih ingat saya atau tidak?


1. Aris Munandhar ia adalah salah satu teman terbaik yang saya kagumi bahkan ia juga adalah salah satu sahabat sekolah kecil saya. tapi kini saya tidak tahu bahwa saya jugaingin bertemu dan berbagi atau bertukar pengalaman. kalau tidak salah ia pernah menjadi juara kelas yakni juara 3


2. Bayu Wijarnako saya tidak tahu kabarnya ia sekarang? apakah ia di palangkaraya tempat kelahirannya? karena sudah tidak mendapat kabar darinya sejak lulus MI. ia adalah bintang kelas karena ia menjadi 1 dan kata ibu ia tidak melanjutkan SMP nya atau putus sekolah. sungguh sangat di sayangkan udah juara malah putus sekolah padahal tergolong orang mampu.


3. Okik Wahyu Setiawan ini juga teman sekolah orangnya cakep dan tidak terlalu pandai di kelasnya tapi saya juga sangat mengaguminya.


4. Ngatno menurut saya dan teman-teman di kelasnya ia adalah orang terbodoh di kelasnya yang mana ketika di kelas 6 ia juga belum bisa membaca  ejaan huruf tapi ia lulus. dan saya denger kabar bahwa ia kini telah bisa membacanya. dan ngatno ini adalah satu-satunya teman yang tidak melanjutkan ke jenjang SMP


5. Dyah Ayu Pangingrum saya sedikit lupa untuk namanya padahal dulu masih ingat siapa nama lengkapnya. ia pernah meraih juara 2 di kelasnya. tapi saya sudah tidak mendengar kabarnya sekarang ia di mana.


6. Zulianah ini adalah teman saya  MI yang belum bisa membaca setelah ngatno, tapi saya sudah terlebih dulu bisa membaca. saya tidak ia akan sekolah di mana ketika SMP tanpa saya duga ia bersekolah di tempat yang sama dengan saya dan kelasnya pun juga sama sekali dengan saya. dan sejak lulus SMP saya sudah tidak mengetahui kabarnya.


Bila melihat ke masa lalu masa masa kecil jaman saya masih SD.

Jaman ketika masih berusia sekitar 6 tahun hingga 12 tahun

Saat itu saya masih bersekolah dengan pakaian dengan pakaian merah dan putih.

Setahun mengenyam pendidikan disekolah SD Sringin 2 selama satu tahun lalu pindah karena saya kemungkinan besar tidak akan naik kelas dua.

Teman teman yang masih saya ingat namanya

  • Tri wahyudi
  • Dedi (lupa nama lengkapnya) rumahnya kepuh. Beberapa meter dari sekolahnya.
  • Joko riyanto teman SD yang rumahnya satu RT dan juga tetangga dekat saya.
  • Andi haryanto teman SD pula yang rumahnya juga sama dengan saya pula

Saya sekolah dasar di SD Sringin pada tahun 2000 sebenarnya lalu memutuskan untuk sekolah mencangkul ikut nenek yang juga pekerjaan waktu itu sebagai petani.

Pikiran saya waktu itu belum begitu berkembang sehingga kebodohan untuk putus sekolah selama setahun 2000-2001

Dan pada tahun 2001 saya oleh orang tua didaftarkan lagi masuk sekolah dasar di sekolah yang sama sampai tahun 2002

Di tahun 2002 saya pindah sekolah karena sudah pasti tidak nanik kelas, mungkin karena termasuk tipe murid atau pelajar terbodoh di kelas.

Dan saya masih mengingatnya masa bodoh saya ketika kecil itu.

Dan mulai tahun ajaran baru 2002 saya pindah ke MI Sudirman Ngemping milik guru mantan orang tua bapak saya.

Mantan orang tua bapak saya itu merintis sekolah yang namanya MI yang sudah saya sebutkan dan pada akhirnya menjadi kepada sekolah yang pertama.

Khusus murid yang ada pada kelas saya sangatlah sedikit tidak seperti sebagian besar dari kelas lain.

Sekitar 7 siswa atau murid

  • Bayu wijarnako
  • Aris munandhar’
  • wahyu okik setiawan
  • ngatno
  • zulianah
  • diah ayu paningrum
  • dan terakhir saya sendiri

jadi total keselurahan ada 7 dan hampir kesemua teman teman yang dari MI ini berasal dari tempat tinggal yang sama yakni ngemping.

Dan yang membedakan hanya RT dan RW nya.

Kalau saya RT 07 RW 09

Bahkan dari rumah ke sekolah tidak hanya menempuh kurang lebih 5 menit berjalan kaki sudah sampai halaman depan sekolah,.

Tentu saja ini berbeda dengan sekolah dasar yang dulu yang harus berjalan sekitar 20 menit atau 30 menit.

Seringkali bermain di sawah sawah bermain becek atau lumpur sawah. Dan terkadang bermain air dsungai yang jernih dekat rumah.

Sungguh sebuah bagian kecil pengalalam kecil yang tidak pernah terlupakan.

Dan saya lulus dari pendidikan dasar pada tahubn 2007


seingat saya bahwa saya juga TK tapi tidak selesai ketika di medan dulu.

setelah meninggalkan medan saya sekolah di tempat kelahiran orang tua di jawa sebuah pulau yang padat penduduknya.

ketika saya masih sekolah di SD sebelum pindah ke MI juga mengalami hal-hal yang menyenangkan, setiap hari berjalan ke sekolah bersama teman-teman tetangga sekitar rumah saya. 

jarak rumah dengan sekolah lumayan jauh terkadang harus melewati jalan-jalan sekitar sawah dan jembatan bergantung.


setiap ayah atau ibu membeli sepatu baru selalu saja rusak karena terkenan air secara terus menerus dan rasanya memang tidak kapok-kapok juga dengan sepatu yang mau sekarat itu hahaha.


dahulu setiap pulang dari sekolah itu selalu berburu capung di sepanjang perjalanan pulang itu sangat mengasyikkan di masa kecilnya.


di samping itu saya kecil orangnya nakal, nakal sekali sampai-sampai membuat siapa saja kewalahan tak mau di atasi.


ketika jajan sama ibu uang sakunya sangat sedikit sekali daripada adik-adik saya kalau tidak salah setiap hari di beri saku uang logam Rp. 500 tapi masih saja menerimanya dengan riang gembira.


jika kembali ke masa-masa kecil rasanya sangat menyenangkan bisa bermain-main sesuka hati tanpa harus mau menurut perintah orang tua.


saya orangnya pemalu ketika di suruh membaca ke papan tulis tidak bisa membaca dan membaca dengan pelan yang tidak bisa di dengar oleh guru dan teman-teman sekelas.setiap saya menulis apa yang ada di papan tulis seperti tidak kelihatan dan tidak bisa melihat dengan jelas.


dan baru tahu kalau saya memiliki mata (-) ketika sudah SMP/MTS baik saya sendiri maupun orang tua tidak mengetahui bahwa matanya telah sedemkian itu.


sehingga apa saya ketika SD dan MI tidak bisa melihat dengan jelas bahkan ketika mau menulis saya harus maju kedepan untuk melihat dengan jelas tulisan itu. itu terus terjadi sampai saya kelas 6 dan awal-awal masuk SMP/MTS


Ketika pindah ke MI


saya tidak tahu kalau saya bakal pindah dari SD ke MI di tahun ajaran baru 2002 yang kemungkinan besar nanti saya tidak naik kelas ketika di SD nanti.


ingat lho ya saya ketika di SD, MI adalah orang sangat bodoh yang tak tahu apa-apa sama sekali termasuk materi pelajaran sekalipun juga tidak begitu paham sama sekali.


di MI ini setiap istirahat selalu main petak umpet halaman sekolah yang sangat berkesan sekali bagi saya bahkan masih bisa di ingat hingga kini. 


ketika pindah sekolah uang saku saya tetap sama ketika di SD dulu. sekolah MI ini lebih dekat dari rumah daripada sekolah SD dahulu yang lumayan jauh kalau ini kurang dari 5 menit sudah sampai ke sekolah hehehe..



SMP

dahulu ketika sebelum saya masuk SMP di hadapkan pilihan untuk masuk sekolah mana yang nanti akan di tempatinya.
jauh sebelum Ujian Nasional SD saya dengan mantap mau masuk SMP MTA dengan iming-iming yang menarik dari ayah tapi saya sendiri tidak jadi sekolah di sana.

SMP MTA adalah salah satu sekolah yang menawarkan sistem boarding school bagi murid-murid. dan jadi saya harus jauh dari orang tua, rasanyamau nangis bila sudah demikian.

bahkan dahulu sebelum itu juga mau masuk MTsN karanganyar tapi juga tidak jadi-jadi ya. dengan alasan tidak terlalu pasti dalam benak saya ketika itu.


di sekolah MI dulu sekolah dasar sebelum melanjutkan ke jenjang SMP ketika itu juga ada reklame dan pamflet-pamflet/brosur-brosur tentang sekolah MTsn Gondangrejo Filial Ngadiluwih Matesih dengan biaya yang murah dan hemat kantong.  biaya SPPnya sekitar Rp 10.000 pasti itu sangat murah di bandingkan dengan sekolah-sekolah lain.


dengan alasan ini akhirnya saya sekolah di sini dengan perasaan terombang ambing dalam kegalauan dan kebingungan yang berat.


di sini saya sempat mau pindah sekolah karena teman-teman baru yang tidak begitu baik, begitu menyenangkan, atau bersahabat mereka cenderung seperti mengintimidasi saya dengan celaan kotor ketika itu.


saya memang orangnya penakut, pendiam, tidak banyak bicara, minder, atau sikap-sikap yang menunjukkan tidak mau memberontak kepada mereka.


di SMP saya masih termasuk salah stu orang manja yang mudah menangis, tersinggung dan masih sangat labil. saya oleh mereka dijuluki dengan nama “pentium I” oleh mereka jadi saya tahan agar tidak marah sebenarnya saya marah bila di capkan demikian oleh teman-teman yang kurang kerjaan itu.


di sini saya melihat teman-teman dari angkatan saya dan kakak kelas tingkat saya merokok secara sembunyi-bunyi di aula belakang sekolah, tapi saya berusaha untuk tidak ikut-ikutan mereka dalam hal pergaulan di dunia merokok.


sekolah pulang pergi naik kendaraan umum dan ketika itu ongkos untuk naik bis ketika itu harga BBM solar masih setara Rp. 4000-4500 sehingga saya membayarnya Rp.500 uang jajan Rp. 1000 oleh ibu di beri uang Rp.3000 dan Rp.1000 di simpan untuk di celengi dalam tabungan sederhana.



walaupun sampai saat ini saya sangat memiliki karakter pendiam ketika bergaul dengan orang-orang yang bukan dari keluarga.

saat SMP saat guru menjelaskan materi pelajaran yang di sampaikan pun saya adalah tipe murid yang banyak diam. diamnya saya tersebut karena takut salah yang di ucapkan dan mungkin tak mau di ejek oleh teman-teman.

mayoritas teman-teman saya SMP yang cowok di kelas saya dan juga dengan kelas lain itu hobi barunya adalah merokok dan hanya sebagian kecil saja ketika itu yang anti rokok seperti Ainur Rovik, Jauhari Shadiq, Parnoto, Priyanto, Sigit Purwanto, Zainal Arifin, Yusuf dan saya sendiri. (ada yang lupa juga)


di antara beberapa teman yang tidak merokok itu sampai saat ini mungkin hanya saya saja yang belum pernah mencicipi silinder rokok yang mematikan dan juga memboroskan uang kita.


teman-teman yang ketahuan merokok baik kelas VII hingga kelas IX di intrograsi dan di adili dengan penghukuman yang menurut hemat saya itu sedang-sedang saja, karena mereka itu belum juga kapok-kapoknya dan terus mengulang lagi di lain waktu.


yang saya ingat ketika itu mereka di hukum membersihkan kamar mandi sekolah sampai bersih-bersih latar sekolah. oh iya mereka itu sama kepala sekolah di tampar mukanya atau bahunya yang amat begitu keras. sampai-sampai harus menulis surat pernyataan. wah-wah ngeri kalau saya menjadi dia, sungguh di baliknya ada pengajaran bagi yang bisa memetiknya.


sangat di sayangkan sekali anak-anak yang masih dalam tahap ABG sudah bersinggunan dengan merokok dan bahkan yang berbau vulgar pun telah merasuki-otak-otak mereka, padahal ini adalah perkara orang dewasa.


di kelas VII adalah kelas yang paling luas yang pernah di tempati di bandingkan ketika di kelas VIII dan IX


murid ketika saya di kelas ini jumlah muridnya berkisar 35-36 siswa dengan cowok 27 orang dan cewek 8 orang.


kalau tidak salah wali kelas ketika masih kelas ini wali kelasnya adalah ibu Kustiningsih S.Pd

bersambung…..

5 thoughts on “Tanah Kelahiranku dan Masa Sekolah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *