Tabiat Efek Kebudayaan

Tolong berikan argumen tentang pemuda sekarang yang lebih menyukai “kebudayaan luar”

Hasil sharing pendapat dari teman teman dari grup WA. Sehingga yang terasa penting saya tulis ya. Maaf bila tak berkenan.

Kalau yang dimaksud itu gaya hidup, saya rasa itu alamiah, ditiap negara ada gaya hidup yang beragam.

Nah salah satunya, manusia yang gaya hidup konsumtif. Dan gaya hidup seperti ini apa yang diambi;?

Yang terkesan kebarat baratan. Kalau kita pikir brand rata rata dari dalam negeri ini kebanyakan dari brand brand luar secara rata rata.

Dan ini tentu tidak bisa dielakkan dari budaya asli indonesia. Budaya yang menjunjung tinggi etika nilai nilai sopan dan santun, akan kesederhanaan, kebersehajaan..

Manusia yang lebih banyak dari brand brabd luar secara imitatif mereka sekedar ikut ikutan saja. Sekedar meniru karena keliahatannya keren dengan produk itu.

Dan sisanya mereka secara tidak sadar telah terkena efek samping budaya buruk yang datang dari negera luar.

Memfilter bukan tugas pemerintah, tetapi tugas setiap individu dimana berada.

Coba kalau misalkna kita sedang browsing internet di rumah dan tahu tahu ada budaya yang tak sepaham dengan budaya negara kita malah kita cerna.

Apakah semua orang akan tahu kalau tidak telah terkontaminasi? Tentu saja tidak bukan?

Semua adalah tugas bersama termasuk para pendakwah nilai nilai tauhid.

Dan budaya itukan kebiasaan. Kalau kita suka dengan budaya (kebiasaan) dari luar dan itu positif atau engga?

Sebagai contoh budaya antri dan budaya buang sampah pada tempatnya, saya pikir ini bagus.

Berbeda lagi dengan budaya negatif seperti budaya LGBT

Jadi budaya (kebiasaan) harus jelas. Dan semua itu dari perilaku kita dalam menaati aturan agama islam dan menjauhi larangannya, tetapi lebih cenderung melanggar bukan? Dan ini tentu berimplikasi terhadap yang tampak dalam masyarakat dan menjadi budaya baik atau buruk.

Terlalu banyak tontonan televisi juga tidak mendidik, jadi dari kecil kepribadian sudah terkontaminasi dari efek apa yang kita tonton dari televisi. Misalnya : nonton kartun doraemon dan nobita, hal ini akan mempengaruhi yang menonton itu seperti nobita yang selalu minta dari robot kucing yang sejatinya tidak ada (tidak nyata)

Dan karakter buruk dari menonton terbawa hingga dewasa kelak.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *