Hamba Allah yang satu ini adalah salah seorang sahabat nabi yang mendapat julukan bertangan emas.

Dia adalah Abdurrahman bin Auf. Dalam sejarah islam nama Abdurrahman bin Auf bukanlah sesuatu yang asing.

Sejarah mencatat perjuangan beliau terhadap islam sangatlah istimewa, bukan hanya tenaga namun seluruh jiwa raga dan hartanya dipersembahkan hanya untuk islam hingga Allah memberikan kabar gembira tentang dirinya lewat kekasihnya Nabi Allah Muhammad SAW.

Bahwa Abdurrahman bin Auf adalah termasuk sepuluh sahabat yang dijanjikan bakal masuk surga.

Abdurrahman bin Auf lahir 10 tahun setelah tahun gajah dan meninggal 652 M pada umur 72 tahun.

Beliau adalah salah seorang sahabat nabi Muhammad SAW yang termasuk delapan golongan orang pertama (As-Sabiqnal Aw-walun) yang menerima agama islam.

Pada masa jahiliyah ia dikenal dengan nama Abd Amr. Setelah masuk islam, Rasulullah memanggilnya Abdurrahman bin Auf.

Memeluk islam sebelum Rasulullah menjadikan rumah Al – Arqam sebagai pusat dakwah. Beliau mendapatkan hidayah dari Allah dua hari setelah Abu Bakar Ash – Shiddiq memeluk islam.

Seperti kaum muslimin yang pertama – tama masuk islam lainnya, Aburrahman bin Auf tidak luput dari penyiksaan dan tekanan dari kaum kafir Qurays.

Namun beliau tetap sabar dan tabah. Abdurrahman turut hijtah ke Habasyah bersama kawan – kawan seiman untuk menyelamatkan diri dan agama dari tekanan Qurays.

Abdurrahman bin Auf terkenal sangat piawai dalam berdagang, kemahirannya dalam berdagang menempatkan beliau termasuk kedalam golongan orang kaya di zamannya.

Dengan kekayaannya yang melimpah Abdurrahman bin Auf tidak melupakan bahwa sejatinya harta benda yang dimiliki semuanya adalah berkah dan titipan dari Allah.

Ketika beliau termasuk orang dalam rombongan hijrah nabi ke madinah Abdurrahman bin Auf memberikan contoh bagaimana cara berdagang yang baik bahkan seorang sahabat nabi yaitu Thalhah bin Ubaidillah berkata: Penduduk madinah merupakan tanggungan bagi Abdurrahman bin Auf. Ia memninjamkan hartanya kepada sepertiga dari mereka, sepertiga yang lain ia bantu dengan membayarkan hutang mereka, dan ia memberikan hartanya kepada sepertiga yang lain untuk menjaga hubungan dengan mereka.

Sebagai seorang yang kaya, Abdurrahman bin Auf juga sangat dermawan. Ia tidak segan – segan mengeluarkan hartanya untuk jihad di jalan Allah.

Pada waktu perang tabuk, Rasulullah memerintahkan kaum muslimin untuk mengorbankan harta benda mereka. Dengan patuh Abdurrahman bin Auf memenuhi seruan nabi SAW.

Beliau memelopori dengan menyerakan dua ratus uqiyah emas (1 uqiyah emas setara dengan 29, 75 gram).

Mengetahui hal tersebut, Umar bin Al – Khattab berbisik kepada Rasulullah: Sepertinya Abdurrahman berdosa karena tidak meninggalkan uang belanja sedikitpun untuk keluarganya.

Rasulullah bertanya kepada Abdurrahman: Apakah kau meninggalkan uang belanja untuk istrimu?

Jawab Abdurrahman: Ya, mereka kutinggalkan lebih banyak dan lebih baik daripada yang kusumbangkan

Berapa? Tanya Rasulullah

Sebanyak rezeki, kebaikan, dan pahala yang dijanjikan Allah.

Abdurrahman bin Auf tak pernah ragu mensedekahkan hartanya di jalan Allah, dia tidak pernah takut miskin atau kekurangan bila bersedekah.

Atas setiap kebaikan dan keikhlasannya Allah memuliakannya.

Setelah Rasulullah Wafat, Abdurrahman mendapatkan kemuliaan dengan bertugas menjaga kesejahteraan dan keselamatan Ummahatul Mukminin (para istri Rasulullah).

Dia bertanggung jawab memenuhi segala kebutuhan mereka dan mengadakan pengawalan bagi ibu – ibu mulia itu mereka bepergian.

Suatu ketika Abdurrahman bin auf membeli sebidang tanah dan membagi – bagikannya kepada bani Zuhrah, dan kepada Ummahatul Mukminin.

Ketika jatah Aisyah ra disampaikan kepadanya, ia bertanya: Siapa yang menghadiahkan buatku?

Abdurrahman bin Auf jawab petugas.

Aisyah berkata: Rasulullah pernah bersabda, “Tidak ada orang yang kasihan kepada kalian sepeninggalanku kecuali orang – orang yang sabar.

Begitulah doa Rasulullah bagi Abdurrahman bin Auf terkabulkan.

Allah senintiasa melimpahkan berkahNya, sehingga ia menjadi orang terkaya di antara para sahabat.

Bisnisnya terus berkembang dan maju. Semakin banyak keuntungan yang diperoleh semakin besar pula kedermawanannya.

Hartanya dinafkahkah di jalan Allah, baik secara sembunyi – sembunyi maupun terang – terangan.

Walau termasuk golongan konglomerat terbesar pada masanya, namun itu tidak mempengaruhi jiwanya yang dipenuhi iman dan taqwa.

Ketika meninggal dunia, jenazahnya diiringi oleh para sahabat mulia seperti: Saad bin Abi Waqqash dan yang lain.

Dalam kata sambutannya, Khalifah Ali bin Abi Thalib berkata: Engkau telah mendapatkan kasih sayang Allah, dan engkau berhasil menundukkan kepalsuan dunia. Semoga Allah merahmatimu.

Sejarah Singkat Abdurrahman Bin Auf – Hamba Allah Bertangan Emas (Dermawan)
Menerima Pembuatan Jasa Pembuatan Website / Blog / Web Toko Online Menerima Jasa Pemasaran Online untuk Mendongkrak Penjualan Bisnis Saudara

Info Lebih Lanjut Sini

Mukhofas BauBlogging

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *