Riwayat Pendengaranku : Kurang Pendengaran

sudah lebih dari 3 tahun saya menggunakan alat bantu dengar.

alat bantu dengar ada yang dibelikan oleh orang tua dan ada yang diberikan secara gratis oleh ABDI sebuah perusahaan alat bantu dengar indonesia.

saya disini hanya sharing tentang pengalaman tentang pendengaran yang pernah dialami dalam sejarah hidupku.

menurut tuturan orang tua bahwa diriku sudah mengidap pendengaran yang tidak sempurna sebagaimana orang normal sejak masih balita.

dan tentu saja mempengaruhi pkisis saya selama mengalami masa masa tumbuh mendewasa itu.

dari diejek oleh teman dengan sebutan “budeks” sejak kecil hingga sekarang semua itu masih sangat melekat.

ada kalanya ketika bapak ibu guru menyampaikan suatu materi di kelas terkadang juga kurang dengar. hanya untuk bertanya saja malu dan takut serta membuat saya selalu minder selama hidup.

dan jarang bermain dengan teman teman diluar rumah hanya mungkin takut diejek, dihina. lebih banyak diam di rumah.

kadang menangis bila mendapat cercaan seperti oleh teman teman sebaya. untuk menahan gejolak memang tidak kuat.

mungkin saya tipe orang yang mudah tersulut emosinya.

bahkan berkali di bawa berobat kemana mana baik pengobatan tradisional hingga pengobatan ke dokter. semua itu belum ada hasil yang cukup menggemberikan hati.

pernah dicoba mengobati dengan pijat refleksi juga belum cukup membantu.

mungkin hanya pasrah saja.

untuk membeli alat bantu dengar kala itu sangat mahal, tidak ada uang sebesar itu membelinya.

hingga pada suatu ketika ada alat bantu dengar murah yang direkomendasikan oleh ustadz. harganya berkisar 325.000 hingga 500.000 saat itu.

dan harus menunggu bapak membelikan untukku yang harganya 3250.000 dan kini saya beralih alat bantu dengar pemberian gratisan oleh pihak PT. ABDI pada januari tahun 2015 (baru dapat informasinya) baru tanggal 2 febuari 2015 adikku dan orang tua bernagkat duluan ke jogja untuk verifikasi pendaftaran, baru saya besoknya pada tanggal 3 febuari 2015

selang 1 bulan kemudian saya, adik dan orang tua datang lagi ke jogja untuk memasang ear mold pada telinga. hal seperti apa yang cocok pada setiap telinga para peserta.

dan 1 bulan berikutnya baru diserahkan alat bantu dengar itu secara gratis di gedung DPRD yogyakarta.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *