Perkara Manajemen Waktu Menulis : Perkara Ilusi

Kesibukan sehari sehari membuat kita tidak bisa memajemen waktu sehingga apa yang kita mungkin tidak maksimal.

Kalau mau memanajemen waktu yang harus kita lakukan dalam memanajemen itu diri kita sendiri.

Kita adalah bos bagi diri sendiri.

  • Ketika Anda lapar mau makan yang mengatur kita bukan orang lain
  • Mau berangkat kerja sampai ketempat kerja jam sekian itu juga kita yang mengatur sehingga bisa sampai.

Jadi manajemen itu dimulai dari diri sendiri.

Manajemen waktu menulis ya kapan saja kita mau menulis.

Dulu saja saya nulis masih setengah setengah sehingga menulis saja waktunya tidak tentu. Bisa seharian ngga menulis sama sekali bahkan seminggu pun pernah.

Agar kita mau menulis caranya kita memaksakan diri kita untuk menulis setiap hari

Jika kita melatih kebiasaan menulis setiap hari dan dilakukan secara berulang kali tiada henti maka secara otomatis bahwa menulis tidak pakai motivasi.

Bila kebiasaan menulis sudah menjadi kebiasaan setiap hari tanpa dimanajemen pun secara otomatis kebiasaan menulis akan tumbuh.

Bagaimana dengan ide blank?

Ide blank ide buntu, hingga tidak semangat untuk menulis itu bisa diatasi

  • Dengan membuat mind mapping (peta pikiran)
  • Berlatih menulis (tidak tahu bagaimana caranya menulis) terus menulis.
  1. Menulis bagaimana caranya tidak bisa menulis
  2. Tidak ada waktu buat menulis
  3. Mood sedang tidak mendukung
  4. Terus saja menulis lama lama akan menjadi sebuah tulisan bermakna

Jangan takut melakukan kesalahan (bahwa melakukan kesalahan menulis itu wajar)

Gunakan waktu luang

Kapan Anda tidur malam? Apa yang dilakukan sebelum tidur? Apakah menonton televisi atau berkutat dengan tulisan Anda?

Atau hanya mendengarkan musik galau dan menghafalkan lirik liriknya? Lebih baik gunkan waktu seperti itu buat menulis bila Anda memang benar benar ingin menjadi penulis kelas dunia.

Kalau menulis Anda sedari sekarang tidak dilatih dan menjadi rutinitas.

Menulis itu awalnya susah tapi bila dilatih dan menjadi kebiasaan. Yang awalnya susah lama lama menjadi mudah.

Bagaimana dengan firman Allah “Al Quran berulangkali menerangkan agar lama lama menjadi sebuah paham”

Sama juga dengan menulis. Bila berulangkali gagal dan gagal maka lama lama sudah terbiasa. Ulangi supaya supaya terbiasa dan tanpa motivasi.

Antara tidak bisa menulis dengan yang bisa menulis adalah biasa. Jadi biasakanlah. Dan yakinlah Allah tidak menilai hasilnya tapi menilai prosesnya. Kalau prosesnya tidak mau dijalanin maka tujuan menulis tidak bakal sampai. Kalau prosesnya tidak dijalanin tidak bakal bisa.

Berapa waktu yang dibutuhkan agar bisa tulisan kita bagus?

Sekitar 10000 jam yang dijalani dengan sungguh sungguh.

Kalau menjadi yang ahli dalam satu hal (menulis) berlatihlah 10000 jam

Jadi kebiasaan menulis yang rutin yang bisa menjadi kita benar benar produktif.

Bersabarlah untuk menulis tidak cerita instan dalam menulis. Jadi tidak cerita saya tidak bisa.

Bagaimana kalau tidak enak dalam menulis? Itu bagian dari kebiasaan.

Terima kasih

Bagaimana dengan Anda?

One thought on “Perkara Manajemen Waktu Menulis : Perkara Ilusi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *