Pengalaman Membaca dari Mukhofas

pengalaman membaca buku pertama dimulai ketika MI kelas dua. ketika itu tahun 2002

sebelum dari kelas dua sangat belum bisa membaca alias masih sangat buta sekali.

tidak ada artinya ketika baik di mata orang tua dan keluarga.

pikiran bodoh yang masih mengelanyut pada waktu itu.

baru kelas tiga bisa membaca tapi tidak tahu maksud yang yang di baca. sama sekali tidak tahu maksud apa apa, tapi untuk membaca sudah sedikit bisa tapi masih pelan.

buku yang di baca pun bukan buku buku umum yang ada di toko buku. sama sekali tidak, hanya membaca buku favorit yaitu buku bahasa indonesia.

ketika kelas lima pertengahan, antara aku, ibu dan adik menjelang maghrib bila tidak salah ingat membicarakan soal hobi.

dengan percaya diri hobiku membaca. mulai sejak hari itu berazam untuk terus membaca dan sering seringnya. dan itu adalah janji pada diriku menguat dalam renung sanubari.

di SMP budaya membaca itu terus berlanjut.

pinjam dari perpustakaan sekolah juga pernah di lakukan. walaupun rata rata minat baca ketika sekolah SMP masih rendah sekali. perpustakaan pun tutup.

menjadi hambar rasanya kalau tidak mampir kesana.

sebagai pelariannya maka sering membaca buku buku modul pelajaran Lembar Kerja Siswa (LKS) yang mana di dalamnya membahas ringkasan ringkasan singkat. dan ini biasanya ketika jam pelajaran kelas, ketika ada hal hal menarik di LKS sepertinya nyantol banget kedalam pikiran.

di masa masa SMP ini membacanya masih sangat terbatas. belum mengenal toko buku besar seperti gramedia, togamas dan gunung agung, hanya toko buku besar lokal saja.

ketika kelas dua nenek meninggal dunia karena penyakit kanker stadium lanjut. satu hari setelah meninggal dunia. ayah mengajak saya dan adik adik untuk bermain ke toko buku gramedia di tempat saya.

tanggal 25 mei 2008 adalah hari pertama kali masuk gramedia, betapa senangnya bisa jalan jalan ke toko buku bersama ayah dan adik adik.

waktu pun berlalu. saat sudah memasuki SMA saya tinggal di pondok pesantren (Asrama Putra) di solo yang mana asrama dengan toko buku besar itu sangat dekat  dan sewaktu waktu bisa main kesana membaca buku sepuas hati. dan tak lupa membelinya juga.

rasanya seru bila jalan jalan ke toko buku sendirian ke gramedia karena tidak ada yang menganggu dan bisa fokus atas apa yang di bacanya.

buku yang di baca sangat bervariasi di mulai dari buku buku motivasi agama yang bertender di rak rak buku islam, lalu buku seputar bisnis yang bertender di rak rak bisnis, buku blogging yang bertender di rak rak blog dan bisnis online, buku kepenulisan yang bertender di rak rak kepenulisan, buku sejarah yang bertender di rak rak sejarah.

dan dari membaca dari segala ragam jenis buku bisa menambah wewasaan keilmuan yang ada dalam diri kita.

saya juga suka membaca buku jenis fiksi tapi bukan bertema hiburan pembodohan pikiran, saya jarang beli buku jenis non fiksi, tapi pinjam sudah lebih dari cukup.

apa lagi?

togamas? saya mengenal toko buku togamas dari rekomendasi bapak guru SMA sosiologi. saya mencari sendiri di mana lokasi toko buku ini hanya sekedar informasi saja.

tidak sia sia, berhasi menemukannya. pertama kali beli novel bagus yaitu novel sejarah ilmuwan islam. dipaparkan dalam bentuk novel tapi isinya sarat dengan kisah aslinya. sangat bagus.

kalau tidak salah mengunjungi toko buku togamas ketika kelas tiga SMA. sendirian sehabis pulang dari pengajian Jihad Pagi MTA naik sepeda di tengah teriknya matahari panas.

dan di hari ini ketika kuliah pun tetap saja mampir ke toko buku langganan saya. Gramedia dan Togamas.

di sini saya untuk pertama kalinya mengenal toko buku islam besar. didalamnya banyak menjual buku buku keislaman yang hampir lengkap. Toko Buku Arofah di sekitar Soloraya.

mengunjungi toko ini sekitar lebih dari satu tahun yang lalu. di mana pulang hujan sampai rumah kebasahan.

kalau laki laki sih sendiri, tapi kalau perempuan itu harus bersama teman temanya mengantisipasi terjadi marabahaya yang menimpanya.

selain dari membaya buku juga banyak membaca informasi artikel artikel yang ada di internet, dari internet pun informasi ilmu juga mudah didapat, tapi juga harus hati hati. bisa bisa nanti agama kita bisa terserang dari agama yang bukan dari ajaran kita seperti syiah misalnya.

ebook juga. dari membaca ebook bisa menambah wawasan selain dari bentuk buku cetak. jadi kalau tidak punya bisa membaca ebook gratis pula.

buku berkualitas adalah makanan bergizi

membaca buku kala itu masih buku biasa biasa saja yang kualitas gizinya rendah. kurang berbobot.

menurutku buku yang berkualitas adalah buku yang di baca oleh pembacanya itu mempengaruhi sikap dalam berpikir dan bertindak serta merubah perilaku pembacanya serta bisa mengajak kepada kebaikan.

iyakan?

setiap orang memiliki pandangan yang berbeda beda.

ada orang yang membaca buku tapi hanya sekedar hiburan sangat minim manfaat dari apa yang di petiknya.

buku cerita khayalan yang berisi imajinasi yang isinya terkesan membodohi pembacanya, tapi penulis bisa saja untung duit karena ini dan tidak menghiraukan dampak bagi pembacanya.

kalau bisa membuat buku yang ada nilai kebaikan yang tersirat maupun tampak.

perlu pembaruan tulisan ini di masa masa yang akan datang

3 thoughts on “Pengalaman Membaca dari Mukhofas

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *