Orientasi Kepemimpinan yang Kaku

saya hari ini belum bisa memimpin dengan baik.

apakah bisa seorang yang kurang pendengaran bisa memimpin untuk orang banyak? komunitas? organisasi? yayasan?

bagi saya pribadi ini belum mungkin.

untuk menjadi pemimpin yang ditaati, disegani, dihormati mungkin kita tidak boleh semena mena. dan mungkin dalam diri saya terdapat kesemena menaan.

Belajar dari masa lalu dan tidak takut gagal adalah sebuah keharusan untuk lebih baik dalam kepemimpinan di sesi berikutnya.

saya cuma individu lemah yang tak patut untuk menyombongkan diri.

Mukhofas Al Fikri

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *