Menjadi Konsumen yang Baik Berazaskan Lingkungan

Kali ini ada pembahasan yang cukup menggelitik dan membingungkan dalam diskusi di Inspirator Indonesia disebuah grup WA
Ada beberapa anggota sedikit bingung yang hendak disampaikan oleh penanya.
Tanya

“aku mau tanya , apakah kalian itu sudah termasuk menjadi seorang konsumen produk yang baik tidak?”
“dan apakah kalian jika membeli produk hanya melihat brandnya atau kemasannya atau langsung beli entah brandnya apa?”

Dari diskusi yang pertama menjawab malah kurang sesuai harapan sang penanya
Jawab

“udah 5 tahun mencoba menjauhi brand keluaran yahudi dan amerika. Ada beberapa brand yang saya alohkan ke brand lain yang saya konsumsi karena buatan negara tersebut, tapi yang tidak ada alernatif lain diminimalkan penggunaannya”

Komentar atas pertanyaan tidak sesuai yang diharapkan maka penannya mengulangi pertanyaanya lagi dan lagi.
Jawaban lain dari anggota diskusi

“ya. Sejak baca artikelnya bu asma nadia untuk palestina tidak cukup hanya dengan doa saja, jadi tindakan kecilnya dapat diwujudkan dengan memblokir barang barang buatan zionis israel dan sekutunya”
“dan sejak saat itu lebih memilih produk lokal seperti pasta gigi yang menggunakan merk’P’ sekarang beralih ke siwak atau merek lokal lainnya”
Dan dari sini terus berlangsung seru dan diskusinya terasa mengalir
“yang baik belum tentu thoyyib. Yang thoyyib sudah pasti baik”

Dan penanya menambahkan pertanyaan dari yang pertanyaan pertama tadi karena para komentator bingung karena diskusinya menjurus kemana.
Dan setelah diskusi berjalan agak lama sedikit demi sedikit jadi mengerti.
Ada yang menjawab belum bisa menjadi konsumen yang baik.

Sehingga si penanya diatas tadi hendak memberikan pencerahan untuk menjadi konsumen yang baik.
Dan selanjutnya memberikan penjelasanya disertai pertanyaan dari komentator yang menjawab tadi

“baik menurut agama atau hukum konsumsi?”

Karena yang jawab jawab tadi rata rata sudah bingung, maka penanya yang mengajukan pertanyaan membocorkan ingin memberikan ilmunya tentang kelestarrian lingkungan, tetapi dalam bentuk produk dan bukan menjurus kemana mana.
Mari kita ulas tentang lingkungan.
Pelestarian lingkungan dimulai dari diri kita sendiri. Nah, tidak hanya aksi, penyuluhana dan lain lain. Tapi juga dengan menjadi konsumen yang baik.
Apakah kalian dikategorikan sebagai konsumen yang baik?
Kemudian, jika kalian membeli produk apa yang kalian lihat atau pilih?
Brandnyakah atau kemasannya atau kepopulerannya?
Dan tentu yang dipilih manfaatnya entah terlepasn dari ditinjau dari brandnya atau kepopulerannya.
Jadi yang hendak dibahas itu tentang membeli produk yang mendukung yang berwawasan lingkungan. Walaupun itu produk zionis israel sekalipun.
Membeli produk yang perusahaannya berkontribusi dalam lingkungan.
Terus kalau nyatanya produk zionis israel tidak baik dan itu sudah jelas dan terbukti, masih mau beli meski mereka mendonasikan 70% sahamnya buat tanam seribu pohon.
Selanjutnya yang dibahas

“tentang cara melestarikan lingkungan dengan cara membeli produk”
“Begini ya, bukannya untuk sok sokan atau apa dan apa. Kita pasti punya isnting oke itu produk zionis. Tapi selagi kita tidak mengikuti aliran mereka kenapa tidak?”

Apa salahnya kalau mereka mau membantu untuk menyelamatkan lingkungan didunia yang semakin buruk. Terjadi pemanasan global. Sama sama ada untungnyakan?
Kita harus jeli produknya itu baik atau tidak? Tapi kalau tidak mending tidak perlu. Kalau baik dan ada benefitnya bagi kita untuk menyelamatkan iklim dunia kenapa tidak?
Menjadi konsumen yang baik untuk sekaligus membantu pelestarian lingkungan dengan cara membeli produk yang sudah ada sertifikasi atau bersertifikat.
Contoh produk
Apa itu ASC sama MSC?
Adalah sertifikasi untuk produk berbahan dasar ikan. Jadi kalau mau beli produk ikan coba cari produk berlogo itu.
Dan apa gunanya?
Berguna untuk kelestarian ekosistem laut agar tidak rusak.
Dan terus apa FSC?
Adalah produk yang menggunakan kertas, entah itu packaging atau bahan dasarnya.
Dan gunanya?
Untuk melindungi ekosistem hutan agar kelestariannya tetap terjaga. Tapi jangan sampai menghabiskan dan menggunakan banyak tisu terlalu banyak. Dikarenakan 1 pak tisu membutuhkan 40 pohon.
Dan yang terakhir RSPO
Dan ini merupakan sertifikasi untuk kelapa sawit atau minyak sawit.
Jadi produk minyak yang ada sertifikasi itu untuk menjaga ekosistem hutan sawit.
Jadi belilah yang sudah berlabel yang sudah dijelas atas tadi supaya menjadi konsumen yang baik dan untuk info lebih banyak di beliyangbaik.org
Duta lingkungan
Ikut dan bergabung dalam komunitas duta lingkungan tentu ada manfaatnya.
Manfaat menjadi duta lingkungan salah satunya menambah pengalaman baru, menggali informasi. Dan walaupun tidak dibayar tidak masalah yang penting pengalamannya.
Dan uang mudah dicari. Kerja sekarang pun kalau Cuma mengandalkan IPK itu tidak mungkin, pasti yang ditanya pengalamannya.
Karena pengalaman itu bisa disahre ke teman teman, saudara saudara dan lebih indahnya jika dishare ke anak kita kelak nanti. Supaya nanti memiliki gambaran tentang pelestarian lingkungan.
Komunitas lingkungan
Komunitas berbau lingkungan banyak bermunculan dimasyarakat dan mereka aktif untuk menggalang dana untuk perbaikan lingkungan.
• Earth Hour Indonesia
• Tunas Hijau
• Hilo Green
• Nol Sampah
Satu Cita Foundation
Lingkungan Hidup

Maaf untuk foto belum bisa karena terbatasnya sinyal internet. harap maklum

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *