Lebih Menyukai Membuat Tulisan apa? Mengapa?

Pasti sudah tahu kalau tulisan itu pasti banyak ragam dan genrenya.

Setiap individu punya kecenderungan tersendiri sendiri.

Punya minat yang sesuai dengan seleranya dan tidak bisa diganggu gugat.

lain genre lain aliran, lain madzab lain paham, rambut boleh sama hitam tapi selera berbeda. jadi baiknya saling menghormati bila beda genrenya saya suka genre apa.

Begitu juga dengan saya.

Kalau memilih antara genre fiksi dan non fiksi maka saya lebih memilih non fiksi di bagian pertama baru disusul fiksi.

dan saya lebih suka menulis yang berbau non fiksi kalau cerpen pun tetap suka beraliran faksi (campuran fiksi dan nonfiksi)

Non fiksi yang saya suka misalnya

  • biografi
  • autobiografi
  • resensi
  • opini
  • sejarah
  • pengetahuan umum
  • motivasi keagamaan
  • kisah pengalaman pribadi yang ditulis sesuai fakta yang ada
  • dan lain lain

Selain itu tulisan jenis motivasi juga kesukaanku. Seperti buku karyanya

  • muhammad assad dengan bukunya NOTES FROM QATAR
  • ahmad rifai rif’an
  • ippho santosa (7 keajaiban rezeki dan semua karyanya)
  • hernowo (tentang menulis, tapi lupa judulnya)
  • brili agung (jangan bodoh mencari jodoh)
  • habiburrahman el shirazy (ayat ayat cinta)
  • agung pribadi (gara gara indonesia)
  • dan lain lain

Tulisan dalam bentuk sejarah juga bagian dari kesukaanku, tapi perlu diketahui bahwa isinya juga harus bisa dipertanggungjawabkan. Sebagaimana sebagian sejarah itu adakalanya tidak obyektif sehingga menipu yang membacanya.

Sebagai contoh sejarah syiah yang mengaku syiah itu bagian dari islam, ternyata setetelah ditelusuri bahwa syiah memang bukan dari islam dan tentu ini kebohongan.

Tulisan tentang tips tips dan pengembangan diri juga termasuk pula. Saya sangat suka

Misalnya untuk tulisan yang tips tips seperti

  • tips tips blog menghasilkan uang,
  • tips hidup sehat
  • tips tips menulis novel
  • cara membaut artikel
  • cara menggunakan blog
  • dll

Kalau pengembangan diri mungkin masih masuk bagian tulisan tulisan berbau motivasi.

Tulisan ringan

Tulisan yang gaya penyampaiannya ringan lebih saya sukai daripada gaya para profesor, dosen, pejabat pejabat negera yang pakai bahasa baku yang memusingkan mata dan pikiran sehingga untuk bisa paham saja harus berulang kali membacanya.

Tentu saja seperti ini sangat memuakkan dan harus sudah sudahan, tapi bukan tulisan para ulama loh, walaupun itu kadang berat untuk dibaca tapi bila dipahami itu akan menambah pemahaman kita tentang agama.

Gaya tulisan yang ringan itu mudah dicerna, saya lebih suka yang ringan seperti pada buku “NOTES FROM QATAR” tulisan best dari muhammad assad.

Yang menjadi ciri khas tulisan dari beliau adalah setiap menulis menyelipkan hadits atsar yang digabungkan dengan pengalamannya sehingga kalau dibaca terasa mengalir dan darah semangat untuk bisa seperti beliau. Luar biasa.

Tidak suka

Sangat tidak suka dengan tulisan kalau sudah dibaca isinya berat berat, kecuali kalau dibaca sekilas atau baca inti perbabnya menarik mungkin akan dilanjutkan membaca tapi bukan sekarang tapi bila benar benar ada kesempatan.

Coba kalau Anda ngobrol sama teman teman dengan bahasa baku dan formal pasti sudah tak mau lagi mendengarkan karena terlalu sulit untuk dipahami bukan?

Bagaimana kalau ngobrol dengan bahasa yang non formal, santai santai? Tentu saja mudah dan malah nyantol kepikran kita.

Begitu pula dengan tulisan.

Bagaimana dengan Anda?

 

2 thoughts on “Lebih Menyukai Membuat Tulisan apa? Mengapa?

  1. Saya sukanya menulis yang pengalaman pribadi, kayak parenting, wisata, kuliner, karena nggak perlu banyak riset, hehe. Tapi kadang juga perlu nulis yang lebih berat dikit, misal keagamaan dan kesehatan yg mau ga mau nggak bisa buru2 nulisnya karena harus riset, berbasis sumber yang shahih ibaratnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *