Kapan disebut Sastrawan?

Kapan disebut sastrawan?

Kita tidak akan menyebut sastrawan.

Seseorang disebut ahli dibidang geluti ketika sudah ada orang yang telah mengakui kita sastrawan.

Percayakah kepada asma nadia muda ia seorang sastawan muslimah?

Belum tentu. Dimasa itu belum disebut sastrawan.

Tapi saat karir menanjak tajam dengan banyak dari karya karyanya yang diterima masyarakat.




Dan akhirnya masyarakat sadar sosok asma nadia. Kemudian disebut penulis novel. Kita pembaca tentu tahu.

Mau disebut apa kita menulis sesuai kesesuaian kamu disebut apa.

Misalnya lagi Ibrahim Elfiky penulis buku internasional best seller dikenal dunia sebagai penulis buku berpikir positif yang bahasa kita motivasi.

Jadi apa yang kita tulis secara rutin dan pembaca tahu karya kita tentu saja akan menilai apa.

Begitu juga dengan sastrawan berbakat. Sastrawan berbakat lahir bukan karena berbakat tapi karena berlatih secara terus menerus dan pada akhirnya menjadi berbakat.

Dari pembaca kita menilai berbakat padahal hobbit yang diasah.

Chairil anwar sastrawan puisi. Dia sendiri tidak menyebut seorang sastrawan, tapi orang yang hidup setelah zamanya menyebut seorang sastrawan.

Bila andaikata saya sejak muda dan melalui masa masa untuk terus melahirkan ratusan karya puisi, novel, kumcer, dan sebagainya maka di masa masa pensiun usia bisa jadi ada pembaca kita akan menilai.

Berlaku juga dengan yang lain. Blogger, penulis, pakar kedokteran, pakar pksikolog dan lain sebagianya.

Ditulis oleh mukhofas

2 thoughts on “Kapan disebut Sastrawan?

  1. Sebenarnya menjadi seorang sastrawan itu bukan hanya untuk mendapatkan pujian dan penghargaan karena karya-karyanya yang berlimpah tetapi karena karyanya yang sangat bermanfaat bagi orang lain 🙂
    Oleh sebab itu, orang menghargai tulisannya sebagai seorang sastrawan, karena berkat tulisannya tersebut dapat memberi dampak positif bagi kehidupan di masyarakat 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *