Kadar kemauan untuk Sukses

dulu pernah megdengar kajian dari pengajian MTA pusat di sekretariatnya JL Ronggowarsito no. 111A surakarta.

walaupun saya tidak menghadirinya, tetapi saya mendengar tausyiah yang disampaikan. tausyiah dari seorang tokoh yang cukup disegani.

yakni bapak dahlan iskan yang pernah menjadi bos koran terbesar di indonesia yakni jawa pos group. dan pernah menjabat seorang direktur utama PLN serta pada akhirnya menjadi seorang menteri di BUMN

saat beliau berkunjung ke Mabit besar Majlis Tafsir Al-Qur’an oleh para petugas MTA pusat untuk disediakan inapan di hotel, tapi beliau tidak bersedia dan tetap ingin bermalam di MTA dari hari sabtu hingga hari ahadnya.

di hari ahad beliau sempat lari lari pagi disekitar solo tidak jauh dari markas besar MTA baru setelah itu memberikan tausyiah kepada para hadirin jamaah pengajian MTA.

walaupun saya tidak menghadari secara langsung, tapi saya mendengar apa yang disampaikan melalui radio yang dimiliki oleh MTA di channel 102.2 FM untuk daerah sekitar soloraya dan tidak menutup kemungkinan dari penjuru indonesia dan dunia bisa mendengarkan secara langsung via parabola dan satelit.

dari hal yang saya suka dan berkesan dari apa yang disampaikan

“orang mau sukses tapi tidak mau mau berarti kadar kemauannya rendah, tapi bila kita mau sukses atau berhasil kadar kemauannya besar maka kemungkinan berhasilnya tinggi”

hal lain yang bisa saya petik lainnya

untuk mengukur kadar kemauannya itu coba bandingkan dengan emas

“emas 24 karat pasti kemauannya untuk sukses pasti kuat sehingga bila ingin seperti itu kita harus 24 karat, tapi kalau kemauannya dibawah 24 karat kemauan kita dipertanyakan apakah kemauannya 18 karat, 15 karat atau 0 karat”

coba bandingkan emas 24 karat dengan emas 0 karat kita pilih yang mana? tentu yang 24 karat.

kemauan yang 0 karat yang dipertanyakan pada diri kita ini. ini salah satu ucapan beliau untuk menjadi cambukan buat saya untuk terus mau berhasil.

kalkulasi diri

bila kita ingin menjadi seorang pebisnis yang berhasil pasti kadar kemaunnya harus 24 karat bukan seperti dengan emas.

coba yang lainnya, kalau kita ingin menjadi penulis berapa karat kadar kemauaanya? apakah sama seperti emas? perak?

tentu kita bisa menilainya sendiri menurut pikiran dan hati kita.

bagaimana dengan Anda?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *