Kabut Pikiran yang Terusik

kabut kabut pikiran yang terusik.
terusik beragam masalah yang berat dan tak terelakkan.
kepada siapa harus mengadu?
kepada manusia tidaklah mungkin.
di relung durjana hati kecil berkata.
aku sedih dan terhimpit dalam beragam masalah.
aku hanyalah bisa menangis yang menyayat hati. sulit.
ingin bisa untuk hidup lebih baik dari hari ini.
mungkin segala hidup dibumi adalah ujian seberapa kuat tolok keimanan seseorang.

wahai hati yang gundah kepada siapa mengadu?
mungkin hanya kepada tuhan pemilik kuasa.
kualitas ketaatan belum selevel sesuai yang tuhan pinta.
aku salah aku ini ngetik apa.
pikiran yang menghantui.
mungkin ini datang dari setan tentang arti takut miskin.
karut marut beban kehidupan yang susah ditanggung.

tenangkan dan kembali kepada tuhanmu.
pikiran seperti itu lebih baik mendekatkan diri dengan sekhusyuk khusyuknya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *