Siapa Hamzah bin Abdul Muthalib?

Hamzah bin Abdul Muthalib adalah sahabat, saudara sepersusuan sekaligus kerabat dekat dari jalur ibu (paman) Nabi Muhammad saw.

Nama lengkapnya Hamzah Abu ‘Amarah bin Abdul Muthalib bin Hisyam bin Abdi Manaf al- Quraysy al – Hasyimi.

Ibunya bernama Halah binti Wuhaib bin Abdu manaf bin Zuhrah.

Beliau dilahirkan dua tahun sebelum Nabi Muhammad saw memeluk islam pada tahun ke – 6 kenabian setelah memasuki Darul Arqaam.

Terkenal dengan sebutan Asadullah (Singa Allah) dan Sayyidusy – Syuhada’). Di perang badar Hamzah bin Abdul Muthalib berhasil menghempaskan beberapa tokoh musyrikin seperti: ‘Utbah bin Rabi’ah, Thu’mainah bin Adi dan Syaibah bin Rabo’ah.

Pada perang uhud beliau berhasil menewaskan 30 orang lebih sebelum akhirnya gugur di tangan Wahsyi, budak milik Jubair bin Muth’im.

Dalam Kitab Shahihul Bukhari Juz 7 / halaman 367 – 368, Imam bukhari: menyebutkan kisah tentang kesyahidan Hamzah ra secara terperinci, sebagaiamana yang diriwayatkan oleh sang pembunuhnya sendiri, yang akurnya masuk islam.

Wahsyi bertutur: Sesungguhnya Hamzah telah membunuh Thu’aimah bin ‘Adi bin al – Khiyar (Paman Jubair bin Muth’im) di perang badar.

Majikanku Jubair bin Muth’im menawariku: Jika Engkau sanggup membunuh Hamzah maka engkau merdeka.

Wahsyi melanjutkan kisahnya:Tatkala orang – orang bergerak pada tahun ‘Inin (Peristiwa perang uhud, penamaan ini didasarkan sebuah bukit disamping gunung Uhud yang dibatasi dengan sebuah lembah, aku pergi bersama mereka untuk berperang. Ketika mereka telah berbaris rapi, siap memulai perperangan majulah Siba’ (dari barisan kaum musyrikin) seraya sesumbar menyerukan tantangan “Adakah yang ingin beradu tanding denganku?”

Maka keluarlah Hamzah dan menyahut,

“Wahai Siba’ anak wanita pemotong kelentit! Apakah engaku bersikeras menentang Allah dan ‘rasulNya?” dengan gesit Hamzah berhasil menghabisinya. (sementara) Aku bersembunyi mengintai Hamzah di balik batu besar. Begitu jangkauan mata tombakku berada pada posisi yang tepat, maka aku lemparkan ke arah perutnya bagian bawah hingga tembus melalui kedua pangkal pahanya. Itulah saat kematiannya.

Ketika jasad Hamzah ra sudah dalam keadaan tercincang. Hindun binti Utbah telah membelah perutnya, lalu mengeluarkan hatinya dan mengunyahnya, dan memuntahkannya kembali.

Ibnu ‘abdil Barr Rahimuhullah meriwayatkan: Seungguhnya Nabi Saw berdiri di hadapan Hamzah yang telah syahid. Beliau menitikkan air mata, dan ketika melihatnya menjadi korban kebiadaban, belua menarik napasnya. Tidak ada yang lebih menyakitkan hati beliau saw daripadanya. Lalu beliau Nabi Saw melanjutkan ucapannya: Semoga Allah merahmatimu, wahai paham. Padahal dulu engkau orang yang menyambung tali silaturahim dan banyak melakukan kebajikan.

Hamzah Ra, sang singa Allah ini dikuburkan bersama Abdullah bin Jahsy, dalam satu liang lahat.

Hamzah bin Abdul Muthalib: Sejarah Singkat Sahabat dan Paman Nabi Muhammad Saw | Sang Syuhada Perang Uhud

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *