Dukungan Orang Tua Soal Menulis dan Ngeblog?

Lanjutan dari pertanyaan sebelumnya “Sejak kapan mas mukhofas mulai menulis?”

dan dibawah adalah seri kelanjutan yang patut dibaca.

Bagaimana dukungan orang tua dan saudara terhadap kegiatan menulis dan ngeblog?

Orang tua mendukung, orang tua tahu bukan soal menulis saja tapi pada soal blogging dan cabang cabang ilmu blogging seperti bagaimana cara menghasilkan uang lewat blog. apalagi blog adalah salah satu sarana efektif menulis, menuangkan gagasan, berimajinasi tanpa batas di zaman online.

Tentu orang tua mendukung yang awalnya sewaktu orang tua belum mengenal apa itu blog bisa karena belum tahu tentang seluk beluk blog tidak setuju tidak sepemahaman denganku.

“emange ngeblog iso menghasilkan uang yo tra?” dan pertanyaan pertanyaan yang pesimis yang selalu mencerca.

Akhirnya lama lama orang tua menjadi mengerti dan memahami serta mendukung penuh cita citaku yang terjun yang ada kaitannya dengan blog. Sampai sampai aku menangis sejadi jadinya di kamar karena tidak mewujudkan keinginanku itu.

Aku sedih dengan mengeluarkan air mata dan karena itu pulalah orang tua merasa sedih ketika aku membisu di kamar. Aku menulis dengan penuh emosi dan air mata di sebuah kertas HVS yang berisi keinginan dan harapan untuk masa depanku. Menulis sambil menangis sejadi jadinya tak mau bicara hingga beberapa waktu lamanya. Dan mengungkapkannya segala keresahan di kertas.

Orang tua mencari tahu apa penyebab sedih dan menangis itu. Adikku membujuk untuk ngomong agar membuka mulut untuk menjelaskan tentang apa yang menjadi titik masalah. Membaca tulisan itu terketuklah dan sedikit tapi pelan pelan dan pada waktu yang tepat orang tua menjadi menegerti dan memahami.

Orang tua sejak saat itu mendukung penuh cita cita untuk menjadi seorang blogger dan orang yang suka berbagi ilmu dengan cara menulis di blognya serta terus menebarkan manfaat untuk manusia lainnya.

Setelah kejadian menangis di kamar menjadi sedikit mengerti bahwa blog itu sejatinya juga bisa menghasilkan uang dan tumpuan bagi masa depanku.

Karena sering berbagi hati kepada orang tua akhirnya mengerti tentang gambaran tentang dunia menulis dan blogging itu seperti apa dan bagaimana. Banyak deh pokoknya.

Mereka mendukung kini, bahkan ibuku pun punya teman pedagang yang memiliki anak seorang blogger dan menghasilkan ratusan juta rupiah dari blognya. Dan ibu tertarik dari hasil cerita dengan temannya itu dan menceritakan kepadaku agar aku bisa menjadi seperti mereka.

Walaupun sampai saat ini aku belum menghasilkan uang dari blog tapi itu adalah target besar untuk satu tahun kedepan.

Orang tua berharap agar aku bisa melebihi teman ibu yang sudah diceritakan. Aku bilang kepada ibu itu bukan perkara mudah semua perlu usaha keras untuk bisa menikmati hasilnya. Maka sejak aku menulis ini untuk fokus menulis dan ngeblog serta program menghasilkan uang dari internet.

Bahkan dukungan itu sampai pada untuk memasangkan jaringan internet Wi-Fi di rumah, tapi dana untuk kesitu tidaklah cukup.

Saat ayah bertanya kepada seorang ahli jaringan di toko dan servis laptop harganya berkisar Rp. 1.500.000 sampai Rp. 10.000.000 an

Karena begitu mahalnya maka mengurungkan niat. Dan numpang Wi-Fi orang orang saya kenali, saya menulis dan ngeblog berjam jam menatap layar monitor secara serius.

Betapa tidak senangnya kalau orang tua mendukung kita?

Ya itu adalah buah proses karena saya sering sharing kepadanya tentang gambaran mencari uang lewat blog serta bisnis bisnis online yang makin menjamur di negeri indonesia ini.

penutup

agar orang tua agar bisa mengerti tentang apa yang kita inginkan, maka bicarakan baik baik pada mereka sampai benar benar mengerti. Dan memang belum mengerti tetaplah usaha, semakin kita menunjukkan bahwa apa yang kita lakukan pasti akan membuahkan hasil. Semua itu hanya masalah waktu yang menjawab, tetaplah optimis atas apa yang terjadi pada diri kita baik positif maupun negatif.

Bagaimana dengan Anda?

 

3 thoughts on “Dukungan Orang Tua Soal Menulis dan Ngeblog?

  1. Kadang orang tua kita memang susah mengerti apa yang kita lakukan. Bisa dimaklumi, karena kita lahir dan besar di zaman yang berbeda dengan orang tua kita. 😀
    Asalkan kita memberitahu dan memberi pemahaman yang benar dan sabar kepada orang tua kita, saya yakin mereka akan mengerti. 🙂

  2. Kalau saya, jujur saya orang tua saya bukan tipe yang melek teknologi. Lagi pula rumah saya jauh di perkampungan yang sinyal hp saja susah. Tapi sejak awal kuliah saya sering menggunakan internet sebagai kebutuhan. Terlebih anak kos tidak ada televisi atau koran, terbatasnya dan untuk membeli buku, dan terbatasnya buku diperpustakaan kampus maupun daerah.

    Kugunakan waktu berjam-jam untuk membaca banyak hal di internet. Sampai saya mencoba juga membuat sebuah blog di akhir 2009. Namun sayang tidak terurus.

    Seiring waktu, bahasa ala anak alay yang kadang di singkat. Dan seringnya mengikuti kegiatan menulis membuat saya sadar akan mengolah blog saya lebih. Baik. 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *