Cabai, Bunga Kol dan Semangka

sudah sekitar 7 – 8 bulan yang lalu menanam buah semangka bersama ayah.

dan pada awal bulan ramadhan yang lalu menanam bunga kol pada bekas tanaman cabai dengan plastik mulsa.

setelah tanaman cabai berakhir mulailah menanam semangka di bekas cabai tanpa harus mengolah tanah. cukup diteruskan saja.

selama menanam semangka banyak yang mengalami kegagalan mulai : semangka yang dimakan oleh tikus sawah, buah yang terkena suhu panas dan dingin sehingga dampaknya mudah pecah.

dan kadang membusuk dibiarkan begitu saja dan dibuang ke tepi.

setelah menanam semangka ini berlalu tanpa harus membuang bekas mulsa yang dulu ditanami cabai dan semangka ini.

ayah akhirnya menanam bunga kol hingga bulan september 2016 ini.

selama menanam bunga kol, buah semangka yang dibiarkan dan membusuk itu berbuah dengan sendirinya ditengah tengah bunga kol.

tanpa disadari olehku ataupun ayah semangka generasi kedua dari yang dulu ditanam itu melahirkan buah yang cukup baik.

walaupun buah itu tidak untuk dijual dan hanya dikonsumsi sendiri. buahnya lumayan merah dan berair. dan kemarin yang aku lihat ada buah yang ditaksir beratnya sekitar 9 kg yang tumbuh bersama tanaman kol yang masa masa panen itu.

tentu hal ini menggembirakan bagiku. pengen liat liat seperti apa rasanya buah itu.

untuk kedepan ini setelah pasca menanam bunga kol ayah berencana mau menanam cabai merah besar lagi seperti sediakala.

walaupun aku ini kadang menanam, menyiram buah dan panen pun masih sempat sempatnya mengelola blog blog yang dipunya.

susah memang untuk mengoptimalkan blog sepanjang hari. jadi aku menjadi blogger part time

berharap diberikan yang terbaik walaupun aku tidak tahu seperti apa masa masa yang akan terjadi berikutnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *