Berterima Kasih Kepada Mentor Kita

banyaklah belajar untuk bisa menjadi orang orang yang beruntung.

saya sendiri juga banyak belajar orang yang tidak saya kenal maupun yang saya kenal dengannya.

di era digitas dimana mana ponsel cerdas hingga gadget sangat mudah dalam mendapatkan hal positif.

saya banyak belajar ilmu ilmu keduniaan dan ilmu ilmu bekal untuk akhirat. dan untuk ilmu yang berlaku di dunia ini saya mendapatkan dari berbagai pihak.

salah satunya para blogger yang memiliki blog blog yang sangat mudah ditemui di sosial media maupun yang di temui di mesin pencari.

saya merasa berterima kasih besar karena telah mengalirkan ilmu, tularan semangat untuk menjadi manusia yang penuh dengan manfaat.

andaikan saya bisa menyebut satu persatu orangnya artikel ini maka saya akan menuliskannya.

kategori lokal

  1. Muhammad Assad
  2. Ahmad Rifai Ri’an
  3. Sandi Iswayudi
  4. Abdul Cholik
  5. Evrina Budiastuti
  6. Ippho Santoso
  7. Tendi Murti
  8. Isa Alamsyah
  9. Agung Pribadi
  10. Halil Fanani
  11. Medhy Aghinta
  12. Marikson Manurung
  13. Ahmad Khoirul Azmi
  14. Indri Lidiawati
  15. Abu Kholid
  16. Winda Krisnadefa
  17. Asri Tadda
  18. Isnuansa Maharani
  19. Rhein Mahatma
  20. Yodhia Antariksa
  21. Herman Yudiono
  22. Ilman Akbar
  23. Sugeng Riyadi
  24. Priangga
  25. etc (mereka yang turut berpengaruh dalam pembelajaran secara tidak langsung melalui tulisannyua)

kategori mancanegara

  1. Nabi Muhammad
  2. Para Rasul Allah
  3. Ulama Abad ke-7 – sampai sekarang
  4. Ibrahim El-Fiky
  5. John Chow
  6. Linda Ikeji
  7. Chris Gareth

jadi sangat sulit meyebutkan siapa yang telah berjasa berjasa besar untuk membentuk karakter kita.

ada baiknya kita untuk selalu mendoakan mereka dengan doa yang baik. baik itu muslim maupun non muslim.

tanpa mereka kita tidak bisa mendapatkan secuil ilmu yang bermanfaat darinya. pandai pandailah manusia itu bersyukur.

beruntunglah Anda yang sudah dianugerahi banyak ilmu. ilmu yang sudah Anda dapat jangan disimpan untuk pribadi, tapi tuliskan dan sharinglah untuk wawasan orang yang membutuhkan ilmu kita.

kita mati tidak akan membawa ilmu tapi amal perbuatan. apabila ilmu yang Anda dapatkan sebelum kita meninggal itu memiliki kemashalatan yang baik Insya Allah akan menjadi pemberat amal di akhirat kelak.

bagaimana dengan Anda?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *